Okaka membuka mata. Tempat ini sangat gelap dan sunyi. Hanya beberapa orang di tempat tersebut. "Sokoca bangun!" kata Okaka. "Di mana kita?" tanya Sokoca. "Aku tidak tahu." Lalu Okaka dan Sokoca di ambil oleh seseorang. Sokoca dan Okaka di borgol. Lalu borgol itu dilepas oleh orang yang mengambil kita dulu.Mereka lalu dibawa ke mobil orang tersebut tadi. Lalu tidak di sangka orang tersebut bisa berbicara bahasa mereka. "Halo. Nama saya Elias. Saya penduduk sini." "Kamu bagaimana bisa mengenal bahasa kami." "Ceritanya panjang. Kalian terlihat lelah. Nanti pagi saja kita bicarakan." Mereka melanjutkan perjalanan. Sokoca terlihat kagum sewaktu melihat " Golden Gate Bridge" Iya langsung bertanya." Dalam suku kami banyak jembatan yang menyebrangi sungai kecil tp ini besar sekali apa lagi dengan dekorasi tiang tiang ini. Tempat ini apa." "Ini namanya 'Golden Gate Bridge'. Oh ya saya lupa meberi tahu kalian berada di Kota San Fransisco." Sepanjang perjalanan, Okaka dan Sokaca terlihat kagum saja meliat gedung gendung di San Fransisco. Akhirnya, mereka sampai di rumah Elias. "Hari Sudah Malam. Kalian sebaiknya tidur saja dulu. Sudah ku siapkan tempat tidur buat kalian.Mari saya antar." Elias mengantar Okaka dan Sokoca ke kamarnya dan kembali mereka berdua kagumnya bukan main atas keempukan tempat tidur mereka. Mereka juga telah di siapkan baju tidur. Mereka berdua sangat senang. Mereka tidur sangat nyenyak tetapi bebrapa pertanyaan masih di kepala mereka. Siapakah Elias dan mengapa di sudah siap mempuyai tamu yang dia tidak tau sama sekali? Sepertinya ada hubungan antara Elias dan suku Dables
Bab Selanjutnya: Selamat Pagi
Kamis, 04 Februari 2010
Bab 1: Pelarian
Ini adalah makan malam biasa yang dilakukan oleh sukunya Okaka dan Sokoca yang bernama suku Dembles dalam 1 bulan sekali. Suku tersebut berada di belantaran Africa yang terletak sekitar Africa Tenggara. Suku ini berbahagia sejak penyerangan atas suku ini oleh beberapa orangyang di namai 'pemburu'. Orang-orang ini tidak terlihat selama 5 tahun. Okaka sekarang telah berumur 16 dan Sokoca telah berumur 14. Mereka mulai dewasa. "Hari ini makanya apa?'" tanya Sokoca dalam bahasa suku mereka. "Makanya hari ini babi hutan bakar." jawab Okaka. Suku mereka sedang bermakan ria tiba tiba suatu suara yang belum terdengar sejak 5 tahun yang lalu. Ternyata itu suara senapan sang 'pemburu'. Orang orang suku tersebut berlarian dengan panik. Okaka dan Sokoca terjatuh. Mereka langsung tertangkap oleh sang pemburu. Mereka di beri sebuah obat dan mereka pingsan.
Bab Selanjutnya: Selamat Datang di Kota San Fransisco
Bab Selanjutnya: Selamat Datang di Kota San Fransisco
Langganan:
Postingan (Atom)